PENGHAYATAN SASTRA
Penulis kreatif bidang sastra seperti fiksi, drama, puisi, biografi, dan esai populer, memiliki sejumlah pengalaman yan hendak disampaikan kepada para pembaca. Sang sastrawan atau pengarang itu ingin agar pembaca dapat merasakan apa yang telah dirasakannya. Ia ingin agar pembaca dapat memahami dan menghayati kekuatan fakta dan visi kebenaran seperti yang telah dilihat dan dirasakannya. Ia mengundang pembaca memasuki pengalaman nyata dan dunia imajinatifnya, yang diperoleh melalui pengalaman inderanya yang paling dalam. Pengalaman batin seorang pengarang itu dapat dikatakan suatu karya sastra jika di dalamnya tercermin keserasian antara keindahan bentuk dan isi. Dalam karya itu terungkap norma estetik, norma sastra, dan norma moral. Upaya apa yang harus kita lakukan dalam memahami karya sastra itu? Membaca karya sastra berarti berusaha menyelami "diri" pengarangnya. Hal itu tentu bergantung pada kemampuan kita mengartikan makna kalimat serta ungkapan dalam karya sastra itu. Kita harus berupaya menempatkan diri kita sebagai sastrawan yang menciptakan karya sastra itu. Jadi, dituntut adanya hubungan timbal-balik antara kita sebagai penikamt dan penciptanya. Sehubungan dengan konsep itu, kita bertindak seolah-olah menjadi pribadi sastrawan. Dengan cara itulah, kita dapat dengan mudah membayangkan kembali situasi yang melatarbelakangi penciptaan serta mudah merasakan, menghayati, dan mencerna kata demi kata bahasa karya sastra itu. Penghayatan karya sastra merupakan usaha menghidupkan dalam jiwa kita suatu pengalaman, sebagaimana sastrawan menghidupkan pengalaman itu melalui karyanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar